Kamis, 05 Maret 2020

CEGAH STUNTING GUNA TERCIPTANYA GENERASI PENERUS BANGSA YANG BERKUALITAS

Image result for stunting
Haiii teman-teman Nurraa!!! Udah lama yaa Nurra ga berbagi informasi dengan teman-temann semuaa, huhu :( Jangan sedih jangan risau kali ini Nurra kembali lagii kok, setelah perjalanan panjang yang memisahkan kita, apasiiihhh ga lucu :( WKAKAK
Hmm bahaya banget kali ini enaknya kita bahas apa yaaa? Kalo Nuraa pengen ngasih teman-teman informasi yang menyangkut generasi muda penerus bangsa nih teman-temann. Enakan bahas ginian kali ya demi kemajuan Negara kita juga nih!! Apa ya informasinyaaa? TEPAT BANGEETTTT kali ini Nurra akan membahas masalah stunting teman-teman. Yokk kita bahasss

APA ITU STUNTING?
Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Hal ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Menurut UNICEF, stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO. Stunting diakibatkan oleh banyak faktor, seperti ekonomi keluarga, penyakit atau infeksi yg berkali-kali. Kondisi lingkungan, baik itu polusi udara, air bersih bisa juga mempengaruhi stunting. Tidak jarang pula masalah non kesehatan menjadi akar dari masalah stunting, seperti masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, kemiskinan, kurangnya pemberdayaan perempuan, serta masalah degradasi lingkungan.



1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN
Dampak stunting umumnya terjadi disebabkan kurangnya asupan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak. Hitungan 1.000 hari di sini dimulai sejak janin sampai anak berusia 2 tahun. Permasalahan stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru akan terlihat ketika anak sudah menginjak usia dua tahun. Awal kehamilan sampai anak berusia dua tahun (periode 1000 Hari Pertama Kehidupan) merupakan periode kritis terjadinya gangguan pertumbuhan, termasuk perawakan pendek. Gejala stunting pada anak diantaranya :
  1. Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya
  2. Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya
  3. Berat badan rendah untuk anak seusianya
  4. Pertumbuhan tulang tertunda
ANTISIPASI STUNTING
  1. Melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur.
  2. Menghindari asap rokok dan memenuhi nutrisi yang baik selama masa kehamilan antara lain dengan menu sehat seimbang, asupan zat besi, asam folat, yodium yang cukup.
  3. Melakukan kunjungan secara teratur ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan lainnya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu:
    • setiap bulan ketika anak anda berusia 0 sampai 12 bulan
    • setiap 3 bulan ketika anak anda berusia 1 sampai 3 tahun
    • setiap 6 bulan ketika anak anda berusia 3 sampai 6 tahun
    • setiap tahun ketika anak anda berusia 6 sampai 18 tahun
  4. Mengikuti program imunisasi terutama imunisasi dasar.
  5. Memberikan ASI eksklusif sampai anak anda berusia 6 bulan dan pemberian MPASI yang memadai.

Pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan ukuran fisik sesuai standarnya, baik itu berat panjang atau tinggi dan lingkar kepala. Lingkar kepala kecil mempengaruhi kecerdasan karena otak kecil. Pada saat pergi ke pelayanan kesehatan baik itu rumah sakit, puskesmas maupun posyandu, mintalah untuk mengukur lingkar lengan atas  bagi 6 – 9 bulan. Hal ini akan menentukan apakah balita gizi buruk, gizi ringan, normal. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan meliputi kemampuan motorik kasar, motorik halus dan bahasa bicara atau cara berkomunikasi dengan orang (hubungan sosial). Pemeriksaan rutin ke fasilitas pelayanan kesehatan penting walau tidak dalam kondisi sakit untuk mengecek pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada usia balita 3 bulan balita sebaiknya sudah miring, 4 bulan sudah tengkurep, 8 bulan sudah duduk dan 9 bulan sudah berdiri dan usia 1 tahun  sudah dapat berjalan. Pada usia 2 tahun balita setidaknya sudah menguasasi 6 kata.  Jika mengalami keterlambat berbicara sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Tatalaksana penanganan kasus stunting menitikberatkan pada pencegahannya bukan lagi proses pengobatan. Orang tua berperan untuk mengontrol tumbuh kembang anaknya masing-masing dengan memperhatikan status gizinya. Pertumbuhan dan perkembangan sesudah lahir harus naik atau baik dan apabila ada masalah harus segera dikonsultasikan ke dokter atau ahli gizi. Upaya pencegahan lebih baik dilakukan semenjak dini demi masa depan sang buah hati sebagai generasi penerus bangsa yang berhak tumbuh dengan sehat.

Nahh gimana teman-teman? Udah pada tahu kan cara mencegah stunting? Yokk kita berbagi informasi dengan orang di sekeliling kita mengenai stunting, agar terciptanya generasi penerus bangsa yang berKUALITASSSS
Segitu dulu dari Nurra ya teman-teman sampai jumpa di tulisan Nurra berikutnyaa Buubbaayyyyy!!!


Sumber:
http://awalbros.com/anak/kenali-stunting-dan-cara-pencegahannya/
https://sardjito.co.id/2019/07/22/kenali-penyebab-stunting-anak/



0 komentar:

Posting Komentar